Aku, Peri dan Malaikatku - Home
 

Home
Puisi
Religi
Keluarga Aku
D3 TKJ UNSA
Contact
Guestbook

AKU, CIN_THA DAN MALAIKATKU

Malam ini kau hadir lagi bersama keangkuhan diriku
Hanya senyum tanpa  interupsi
Namun demi Cinta !!
Kudengar kicau riuh burung pipit surga dalam  lemah suaramu
Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih  matamu
Kurasakan gelora semesta dalam hangat senyummu
Kaulah Malaikatku...........

Bahagia dan kerajaannya adalah tasbih suci malaikatku di ujung ujung  malam
Duka dan mahkotanya adalah haram dalam setiap tetes air  matanya
Terus memintal benang benang emas dalam tenunan air sungai hijau

Malaikatku adalah harum bunga anggrek biru musim semiku
Tungku tungku  pemanas dalam musim dinginku
Senandung rindu di musim gugurku
Dan bukanlah  fatamorgana yang menipu musafir dimusim panas

Namun demi Cinta,
Cinta adalah musim itu sendiri
Dan musim adalah  waktu
Dan waktu seperti setan mengubah putih menjadi hitam
Menaburkan  benih benih ilalang di padang rerumputan
Dan Malaikatku pun tertinggal di  lembaran-lembaran lusuh

Hingga aku terbang dengan sayap sayap cupid
Berkelana di ratusan  jiwa
Menghadirkan cinta tanpa Cinta
Dan sayap sayapku patah karena panah  cintaku sendiri

Dalam redup pijar lilin
Malaikatku tertelungkup dengan tangan  diwajahnya
Melepuhkan patung patung emas sepuhan
Mengirimkan sejuta  kupu-kupu
Untuk membawa

Di lembaran-lembaran lusuh dan lilin yang tinggal sepenggal
Dalam riuhnya  kicau burung pipit surga dan jejak jejak kecil
Kutemukan semesta berhenti  dalam genggaman malaikatku
Tanpa musim tanpa waktuu kembali

Dan malam ini aku hadir lagi bersama malaikatku
Hanya kaku tanpa  kata
Namun Demi Cinta!!
Aku akan mengerti..............

Today, there have been 1 visitors (1 hits) on this page!
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free